This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 31 Januari 2015

Pada perjalanan kam(m)i

31 Januari 2015, perjalanan pulang kembali dari walimahan Selvi Oktaviani (barokallaahulakuma wa baroka wa jamaa bainakuma fii khoir ^_^)
Sore hari, jalanan di jalur sebelah macet alias bergerak dengan sangat lambat, dikarenakan truk yang "memimpin" "rombongan" bergerak dengan lambat
Kemudian, tiba2 diri berfikir mengasosiakannya dengan dunia dakwah, aku berkata:
"Jalur sebelah macet, gara2 truk yg ada didepannya
Kalau kita asosiasikan dengan dunia dakwah, maka truk itu adalah kader dakwah yg gerakannya lambat sehingga melambatkan gerakan dakwah kader lainnya..."
Kemudian, aku bertanya pada teman2 di perjalanan, kalau menemui hal itu, apa yang harus dilakukan? Maka jawaban mereka ialah:
Tian menjawab: tinggalin saja
Robby menjawab: udah singkirkan saja
Dede menjawab: yang begitu, harus dibimbing dan sabar
Jawaban terakhir sontak membuat kami berenam lainnya tertawa
Tertawa saking kagum dan bijaknya
Komen: yah, proporsional orang berfikir berbeda sesuai dengan karakter
Dalam hidup, setiap kejadian bisa membuat kita mengambil hidayah darinya
Selamat bepergian, semoga kejadian di depan mata, tak hanya sebagai hiasan mata dan berlalu begitu saja tanpa ada nilai tafakur dan tauhid
Semoga selamat sampai tujuan
Majalengka, 31 Januari 2015 19.35 WIB

Selasa, 20 Januari 2015

Cinta yang dipendam

Kau tahu,
Memandangmu saja sudah membuat jantungku berdegup kencang
Kau tahu,
Memandangmu sudah membuatku tersenyum
Kau tahu,
Memandangmu saja sudah cukup bahagia
Kau tahu,
Memandangmu saja sudah cukup membuatku lupa akan masalah yang ku alami
Kau tahu,
Memandangmu, bagiku cukup, tak usah mendekat
Kau tahu,
Mendengarmu berbicara saja sudah cukup bagiku memahami bagian dari dunia
Kau tahu,
Mendengarmu berbicara saja membuatku tersenyum pula
Tapi terkadang, semua itu tak cukup
Ingin ku ucapkan cinta
Namun sulit terasa
Sekedar mendekatimu
Masih sulit terasa
Sekalipun menyapa,
Terasa sulit jua
Kau tahu,
Betapa perih hati ini ketika cinta ini tak dapat kusampaikan
Kau tahu,
Betapa perih hati ini menduga bila kau salah faham
Kau, guru-guruku
Dan aku, muridmu yang pendiam
Terima kasih atas ilmu yang kalian curahkan
Terima kasih atas kesabaran kalian
Terima kasih atas ketulusan kalian
Jazakumullaah khairaan katsiraa



Kosan kenangan
Bandung, 20 Januari 2015
17.59 WIB