Sabtu, 31 Januari 2015

Pada perjalanan kam(m)i

31 Januari 2015, perjalanan pulang kembali dari walimahan Selvi Oktaviani (barokallaahulakuma wa baroka wa jamaa bainakuma fii khoir ^_^)
Sore hari, jalanan di jalur sebelah macet alias bergerak dengan sangat lambat, dikarenakan truk yang "memimpin" "rombongan" bergerak dengan lambat
Kemudian, tiba2 diri berfikir mengasosiakannya dengan dunia dakwah, aku berkata:
"Jalur sebelah macet, gara2 truk yg ada didepannya
Kalau kita asosiasikan dengan dunia dakwah, maka truk itu adalah kader dakwah yg gerakannya lambat sehingga melambatkan gerakan dakwah kader lainnya..."
Kemudian, aku bertanya pada teman2 di perjalanan, kalau menemui hal itu, apa yang harus dilakukan? Maka jawaban mereka ialah:
Tian menjawab: tinggalin saja
Robby menjawab: udah singkirkan saja
Dede menjawab: yang begitu, harus dibimbing dan sabar
Jawaban terakhir sontak membuat kami berenam lainnya tertawa
Tertawa saking kagum dan bijaknya
Komen: yah, proporsional orang berfikir berbeda sesuai dengan karakter
Dalam hidup, setiap kejadian bisa membuat kita mengambil hidayah darinya
Selamat bepergian, semoga kejadian di depan mata, tak hanya sebagai hiasan mata dan berlalu begitu saja tanpa ada nilai tafakur dan tauhid
Semoga selamat sampai tujuan
Majalengka, 31 Januari 2015 19.35 WIB

0 komentar:

Posting Komentar