This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 20 Desember 2014

PERGI

Pergi
Tak sekedar mata memandang
Pergi
Tak sekedar telinga mendengar
Pergi
Tak sekedar letih jiwa terkoyak
Pergi
Bawa pulang harapan
Pergi
Membuang jatuh kebodohan di perjalanan
Sabtu, 20 Desember 2014
05.49 WIB
By Fauziyah Kariem Aisyi

Rabu, 03 Desember 2014

Usia

Usia kian hari kian bertambah
Artinya diri bertambah tua
Usia kian minggu kian bertambah
Artinya diri harus segera berbenah
Usia kian bulan kian bertambah
Artinya diri mendekati ajal
Usia kian tahun kian bertambah
Artinya sisa hidup harus berkah


*menuju milad 

Jumat, 28 November 2014

Gundah

selama ada Allah dalam ingatan, jangan pernah cemas

Minggu, 02 November 2014

Kristal dan sampah

"'yg tersimpan', tetaplah terkunci hingga waktu membuatnya mengkristal atau membusuk"
Apa itu "yg tersimpan"
Ia bisa perasaan,
Legal dan ilegal
Apa itu "yang tersimpan"
Ia bisa aib
Ditutupi menjadi maslahat
Dibuka menjadi mudharat
Apa itu "yang tersimpan"
Ia bisa doa
Bila terkabul bahagia di hati
Bila tidak terkabul, lain di rejeki
2nov14, 19.14 WIB

A dan B, planning

Dan untuk diakui,
mencari perhatian ia lakui
Bila cara halus tak tersentuh
maka cara anarki yang teraba
Bila menulis ditampik
Maka bicara yang terlontar
Bila satu tak tergoyah
Maka jumlah yang kan mengguncang


*Diri bila tau diri

Dingin dan kehangatan

Kalp soğutulmuş hava
Sadece yalnız hissediyor
Kalabalık kayboldu Çünkü
Sıcaklık söndürdü nedeniyle
*Dengan terjemahan
Udara dingin menusuk ke jantung
Hanya sepi yang dirasa
Karena keramaian telah menghilang
Karena kehangatan telah padam

Seni Berkendara

Ada 3 hal seni dalam berkendara:
1. Sabar
2. Penuh strategi
3. Pandai mencari kesempatan
Dalam ketiga hal tersebut, sabar menjadi hal paling utama. Karena dalam berkendara entah apakah kita disalip oleh kendaraan lain dari belakang, ataukah jalanan yang macet, ataukah lampu merah yang lama, ataukah gangguan2 lain yang sifatnya mengganggu
Penuh strategi,
Dalam berkendara, tentunya pernah mengalami kondisi dimana posisi kendaraan dalam keadaan terdesak karena waktu, karena macet sehingga mau tidak mau, terbiasa atau tidak terbiasa harus mampu memanfaatkan peluang yang ada di sekitar, misal (maaf) memanfaatkan trotoar wat menghindari macet, mengekori mobil ambulance, dan berbagai macam cara lainnya
Pandai mencari kesempatan
Kesempatan dalam kesempitan, menyalip di antara dua buah mobil (tapi tentu dengan perhitungan yang matang), memanfaatkan lampu kuning, dan kesempatan lainnya
Semoga bermanfaat ^_^

Sabtu, 01 November 2014

Melepas lelah

Sini, kemari, mendekatlah
Tidurlah dalam pangkuanku
Kan kubelai kepalamu
Dan ku elus punggungmu
Lepaskan beban dipundakmu
Hembus-legakan nafasmu
Buang penat di pikiranmu
Wahai adikku,
Aku sayang padamu



#DM1 KAMMI UPI
1 nov 2014, 23.15 WIB
Fauziyah Kariem Aisyi

Rabu, 29 Oktober 2014

wadah tampungan

Siapa yang bisa aku tanya, bila tatapan sudah menyiratkan perintah diam
Siapa yang bisa aku jelaskan bila tangan-tangan telah menutup telinga




*)29 Oktober 2014 22.36 WIB
kosan damai
Fauziyah Kariem Aisyi

Senin, 27 Oktober 2014

jangan dipedulikan

sudahlah, biarkan masa lalu kelam
asal masa depan jangan dibuat suram






Fauziyah Kariem Aisyi 

Minggu, 12 Oktober 2014

Asa judul kami


Kami pernah kehilangan induk
kami mencari, menawar, untuk mengisi kekosongan ruang
Tak ada yang mau
Kemudian kami menawarkan pada satu yang dipercaya
Kami ditolak

Asa kami hilang sudah mencari
Hingga akhirnya
kami tumbuh dengan rasa luka dan perjuangan, namun inilah yang kemudian membuat kami semakin mencinta, karena yang kami bangun adalah ukhuwah

Kami memilih diantara kami

 3/4 sudah hidup kami jalani

Kemudian yang dipercaya datang ingin mengambil alih.
Tak percaya kami bukan main
Namun gerbang sudah tertutup bagi si asing
Kami tak menerima orang luar
Karena kami terjaga oleh luka dan perjuangan


Fauziyah 17.45
13 oktober 2014
embang-st.hall

Kamis, 02 Oktober 2014

dua pilihan-pengorbanan

bila hanya ada aku dan kamu
bila hanya ada dua pilihan
bila hanya ada kemoceng dan debu
maka,kupilihkan kau menjadi kemoceng
dan biarlah aku menjadi debu
supaya kamu bisa bermanfaat

petunjuk

petunjuk itu tak selamanya tampak langsung didepan mata
ia bersembunyi baik di tengah, di pinggir atau bahkan tersembunyi
ia hanya ada, bagi mereka yang mau berfikir

Rabu, 06 Agustus 2014

LUPA DENGAN RIDHO-MU


Mamah,
Maafkan aku yang telah lupa meminta ridho darimu,
Dengan terburu-buru,
seraya menunjukkan dengan bangga padamu
Bahwa hari ini,
aku mengambil jurusan Ahwalul Syakhsiyah
sebagai pengganti jurusan matematika
yang kandas dari peluang

Ya aku ambil jurusan ini,
hanya karena ingin,
karena judulnya hukum keluarga islam
–ingin bergaya dengan hukum-
 (ah…masa muda yang tak terencana)

Papah,
ternyata engkau
kurang percaya padaku
ketika kuputuskan mengambil jurusan itu

Namun aku
tetap memaksa kalian
dengan dalih bisa belajar pada sepupu
yang sudah menjadi hakim berprestasi
Sepupu yang kemaren lusa,
jauh jauh tahun ambil jurusan yang sama.

Pula,
Supaya jadi pegangan
bila di tes SNMPTN tak lulus,
 dalihku

Akhirnya,
Materi pun keluar
Terbayar sudah dengan lunas
semua pembayaran dan tinggal registrasi ulang
untuk OPAK.

Ya.
Aku.
Welcome, di UIN Sunan Gunung Djati, jurusan Ahwalul Syakhsiyah angkatan 2008

Mamah..
papah…
aku diterima
di jurusan pendidikan teknik elektro UPI
lewat tes SNMPTN…
Juli 2008
Bagaimana ini???

Dan ketika wajahmu papah,
entah sedang mengujiku kesungguhanku dengan ahwalul syakhsiyah
atau memang tidak setuju,
aku kau Tanya kembali.
Sehingga membuatku goyah.
 Hanya ingin membuatmu tenang melihatku belajar.
Maka aku putuskan memilih
Pendidikan Teknik Elektro UPI.

Elektro,
adalah usaha terakhir
ketika impian dari astronomi
kuturunkan sedikit pada fisika
yang ternyata sama-sama kandas diakhir usaha.

Elektro,
Bukan pelampiasan
Dan tak ada kecewanya pada ini.
Justru aku bahagia…
Melalui ini,
Aku mengenal satu kata
TARBIYAH

Apakah ini kekuatan keridhoan kalian?

Elektro…
hingga suatu saat aku mendengarmu mah berkata pada orang lain “iya nih ga tau. Masa perempuan ambil elektro?”.
Entah itu memang pernyataan yang sedang “membanggakan” atau pernyataan sedang “mempertanyakan”. Titik.

Tibalah aku di semester 4,
yang mana harus mengambil kosentrasi.
Lagi-lagi aku lupa meminta ridho kalian ketika aku memutuskan mengisi KRS-ku dengan pilihan kosentrasi Listrik tenaga.

Disaat-saat jauh seperti ini,
Aku mahasiswa rantau,
Yang tak bisa juga dikatakan rantau,
Karena jarak hanya 2 jam perjalanan,
Dari rumah
Namun masih saja jarang pulang mudik,
terpukau dengan kesibukan aktifitas para aktifis.
Hingga akhirnya aku putuskan untuk masuk LDK UKDM akhir 2009.
Namun dasar tak bermodal  keridhoan.
Aku gagal ikut training pelantikan gelombang 1 itu.
Aku mengundurkan diri tepat hari H keberangkatan.
Karena engkau mah, datang menghampiri meminta bantuan.

Januari 2010,
Masih penasaran dengan aktifitas para aktifis,
Masih memutuskan untuk bergabung dengan LDK UKDM,
dan berhasil dengan gelombang 2 nya.

Pada bulan yang sama
di minggu berikutnya aku ikut juga,
Daurah Marhalah 1 KAMMI Komisariat UPI,
Dan di minggu berikutnya di BAQI.
Masih tanpa meminta  keridhoan-mu.

April 2010,
 LDK UKDM loss..
karena kecewa,
Aku mendapati namaku tak terdaftar dalam kader baru
(ah dasar mahasiswa baru, dengan yang kaya gituan masih kecewa),
BAQI tak aku lanjutkan,
teman seangkatanku ku nilai tak ramah.
Dan akhirnya ku berlabuh di KAMMI.
Apakah ini masih efek dari lupanya aku meminta  keridho-anmu?
Sehingga 2 dari 3 organisasi, lepas dariku?

3 tahun lalu,
aku bergabung dengan KAMMI Daerah Bandung,
tak terfikir untuk meminta  keridhoanmu.
Berjalan begitu saja.

Satu tahun yang lalu,
aku bergabung dengan KAMMI Wilayah Jawa barat,
aku juga tak pernah berfikir meminta ridho-mu.
Berjalan begitu saja.

3 tahun yang lalu
aku bergabung di KPU REMA UPI 2011
juga sama,
2 tahun yang lalu bergabung di KPU REMA UPI 2012 juga sama.

Dan tahun ini,
sebagai kepala sekolah CERMAT,
aku masih (pula) tak terpikir untuk meminta ridho-mu.
Dan masih banyak lagi kegiatan
yang aku tak terfikir untuk meminta ridho-mu.
Pun beberapa kalau ingat
itupun bersifat mendesak
Mendesak keridhoan,
karena terlanjur dilakoni.

Begitu pula di detik ini,
bergabung dengan tim pengajar SMP DT,
Aku meminta keridhoan-mu,
Namun tanpa menelisik jauh kedalam mata kalian
Tanpa menatap kalian.
Berlalu begitu saja
                                                               

Namun,
Masih,
Slalu,
Tetap.
setiap malam kalian mendoakan yang terbaik untukku
Meski mungkin ada
satu atau dua
bongkah hati yang terpecah
karena “keterlanjuranku” dengan segala aktifitasku,
Hingga kuliahku yang menginjak tahun ketujuh inipun…

Malu aku,
Terharu aku,
ketika tadi siang engkau,
Mah,
tersedu-sedu mendoakanku
 melalui telefon ditengah istirahatku
ketika sedang pelatihan di sekolah..
supaya ilmu yang aku dapat
bisa bermanfaat..
semoga barokah…
malu aku
mah, pah

Malu
Dalam lupaku,

Kalian tetap mengingatku,
Dengan keridhoan kalian




 -------------------
renungan tak pernah salah, bila ia masih dalam koridor dan menghasilkan ketauhidan
--------------------


 *oleh Fauziyah Kariem Aisyi
ditulis di kosan tercinta, ditinggal tidur oleh Fahmi Ulfah Darojat (yang akhirnya dia yang masuk di UIN jurusan Sejarah Peradaban Islam angkatan 2013)

Bandung, 
Rabu, 6 Agustus 2014
pukul 23.23

Senin, 04 Agustus 2014

BAHTERA DAN SAMUDERA

Ini bercerita tentang mimpi
sebuah mimpi yang terlupakan
ketika diri terombang ambing di atas bahtera di atas samudera
terlena oleh angin sejuk sepoi-sepoi

ini bercerita tentang mimpi
mimpi yang sebenarnya
dari lubuk hati yang terdalam
ketika deru ombak membawa hanyut
hanyut diri, hanyut rasa, hanyut asa
hingga tibalah diri sadar
sedang berdiri ditengah samudera luas membentang
lupa tempat tujuan berlabuh
lupa mimpi yang dituju

badai angin hebat terlanjur menyiksa
rusak sudah sebagian bahtera
terasa diri hilang akal, lupa tujuan
sedang layar terkembang terlanjur

syukur diri tak hilang asa
karena mentari bersinar beri asa
jadilah ia penentu arah
kemana bahtera kan berlayar
ke tempat mimpi itu berada

gelembung bahagia pun pecah menari-nari
menghibur sesal dalam dada

bila malam telah tiba
tak kan pernah hilang asa
karena bintang kan slalu ada
mengisi kegelapan dalam mata dan jiwa

DISANALAH AKU KAN MENEPI !!!


DISINILAH, akhirnya aku berdiri
diatas tanah mimpi yang ku cari
dan penantianku telah usai



*selesai dibuat Senin, 4 Agustus 2014 pukul 22.06
*perbaharui kamis, 2 oktober 2014 pukul 5.35
oleh: Fauziyah Kariem Aisyi,
kosan "baru"
Bandung, kota masa depan

LAMA LAYAR TERKEMBANG

Lama layar terkembang
Riuh angin kencang menerpa
Kemanakah bahtera kan berlabuh
Sedang Samudera masih terhampar jauh
Langit tlah gelap gulita
Badai angin kencang menerpa
Diri jadi hilang
Lupa arah tujuan
Akankah mentari jadi jawaban
Sedang layar terkembang masih lama






*selesai dibuat: Senin, 4 Agustus 2014 pukul 21.00 WIB
oleh: Fauziyah Kariem Aisyi
sumber foto: orangkucing.tumblr.com

Selasa, 15 Juli 2014

TAK KAN ADA LAGI PUNGGUNG YANG TERLIHAT


KEMARIN INI PUNGGUNGNYA MEMBELAKANGIKU
KINI PUNGGUNGMU MEMBELAKANGIKU
ESOK PUNGGUNG SIAPA LAGI YANG AKAN MEMBELAKANGIKU

KEMARIN HATIKU TERBAWA OLEHNYA
KINI HATIKU TERBAWA OLEHMU
ESOK, HATIKU KAN TEBAWA OLEH SIAPA

SATU DUA, TIGA EMPAT
LIMA ENAM, TUJUH DELAPAN
JARI-JARIKU MELIPAT
MENGHITUNG SIAPA YANG TERSISA

JIKA HATI ADALAH SUSUNAN PUZZLE
SATU KEPING MELENGKAPI KEPING LAIN
JIKA SATU KEPING INI MILIKMU
DAN KEPING LAIN MILIKNYA
MAKA KINI  MENJADI SERPIHAN PUZZLE TAK BERSUSUN
BERSERAKAN DI SELURUH PENJURU NEGERI

SISA KEPINGAN YANG TERTINGGAL PADAKU
TAK KAN KU BERIKAN LAGI
PADAMU YANG MASIH BERADA DI DEKATKU
TAK KAN KU BIARKAN AKU MELIHAT PUNGGUNG LAIN LAGI
MAKA KINI AKU YANG KAN MEMPERLIHATKAN PUNGGUNG

 PADA WAJAH YANG TERSISA, MAAF
MESKI BERAT DIRASA
TAK KAN KU BIARKAN AKU MELIHAT PUNGGUNG LAIN LAGI


15 Juli 2014, rampung 21.43 WIB
oleh Fauziyah Kariem Aisyi

Selasa, 01 Juli 2014

KISAH SEBUTIR BERAS DAN SEBUAH KARET GELANG



Let me tell you, ini adalah sebuah kisah mengenai sebutir beras dan sebuah karet gelang. Kejadiannya terjadi sekitar bulan januari empat tahun yang lalu, Dikisahkan sekelompok gadis masing-masing diberikan sebutir beras dan satu karet gelang untuk bersama oleh seseorang tetua. Tanpa tahu untuk apa, tetua hanya mengatakan beras dan karet gelang itu sebagai bekal menempuh perjalanan ujian kehidupan yang mereka -para tetua- sebut internalisasi, dan serahkan jika sudah saatnya diminta.
Berangkatlah mereka menuju ujian kehidupan itu. Diantara kami, akulah yang memegang peranan penting untuk menyimpan pusaka kelompok itu –karet gelang-, menyimpan aman hingga pada waktunya diminta.
Aku kemudian menyimpan butir beras itu disaku rokku, tempat teraman, setidaknya menurutku. Dan kemudian aku melilitkan karet gelang dijariku agar aku merasa mudah untuk melihatnya. Karena itu adalah “pusaka” bersama jadi aku harus menjaganya hati-hati.

Kami kemudian berjalan melalui ujian pertama, tapi beras dan karet gelang itu tidak ditanyakan. Kami berjalan lagi hingga pada akhirya sampailah kami pada pos yang kami –para peserta ujian- menamakannya pos “amanah”. Tetua disana kemudian menanyakan beras yang kami bawa dan karet gelangnya.  Kemudian teman-teman yang lain menyerahkan butiran beras mereka. Ada yang masih utuh dan adapula yang sampai hancur berkeping-keping. Dan Aku dengan bangganya karena telah menyimpan-aman “pusaka” kelompok kami itu menyerahkan kepada tetua. Setelah itu kemudian aku pun merogoh saku mencari butiran beras yang sangat aku percayai masih ada di dalam sana. Panik. Sudah satu menit berjalan tapi aku tetap tak menemukan butiran berasku. Dan karena agak-terlalu lama kemudian aku mengaku menghilangkannya -dengan terpaksa- padahal jika waktu diminta lebih akan aku cari lebih pelan dan hati-hati.
Mendengar hal itu, sang tetua kemudian memarahi aku. Dia bertanya padaku : “tahukah engkau apa artinya beras itu? Tahukah engkau? “. Aku jawab “tidak”. Kemudian sang tetua itu pun memarahi teman kelompokku yang lain: “kenapa kalian membiarkan dia (sambil menunjukku) menjaga karet gelang, sementara dia sendiri kehilangan beras?”. Tetua bertanya lagi, “dari perjalanan awal hingga sekarang, karet gelang ini ada pada siapa saja?”. Kami menjawab “Aisyi”. Tetua kemudian bertanya lagi pada kami, “pernahkah kalian mengingatkan satu sama lain mengenai keadaan beras saudara kalian?”. Kami menjawab “tidak”. Sungguh tak percaya, tetua sangat tidak percaya dengan jawaban itu. Beliau kemudian menjelaskan makna beras dan karet gelang yang kami bawa-bawa selama perjalanan kami.

“Beras itu ibarat amanah masing-masing orang, amanah individu. Dan karet gelang adalah amanah kelompok. Kejadian ini sangatlah memalukan. Bagaimana mungkin kamu (menunjuk aku) begitu hati-hati menjaga amanah kelompok hingga harus kehilangan dan melupakan amanahnya sendiri. Kalian itu begitu dzalim tak memperhatikan saudaramu. Dan meski yang hilang adalah satu butir beras dari saudaramu, maka yang bersalah adalah semuanya. Salah kamu (menunjuk aku) karena tak dapat menjaga amanah diri sendiri, dan salah kalian (pada temanku yang lain) karena membebankan hanya pada satu orang hingga akhirnya amanahnya ia lupakan.”
Ketika mendengar penjelasan itu, hatiku bergetar ketakutan, tidak, tidak, saya adalah seseorang yang egois, bagaimana mungkin aku begitu menjaga amanah kelompok sedangkan amanah aku sendiri aku lupa. Aku adalah orang yang sangat apik dalam menjaga sesuatu. Dan kehilangan beras adalah benih ketakutan yang sangat kecil, namun cukup untuk menggoyahkankan bangunan kehati-hatianku. Aku tidak percaya. Aku ingin mencoba kembali mencari berasku hingga dapat. Tidak. Ternyata tidak bisa. Tak diizinkan.
Kamipun kemudian menerima hukuman kami, karena, ya, kami menyadari kesalahan kami semua. Aku yang menjaga amanah kelompok dan saudaraku yang lain yang “membebankan” amanah kelompok padaku saja.
Setelah kami menerima hukuman kami dari tetua. Tetua memberikan penjelasannya “ bla..bla..bla..”, aku tak begitu kosentrasi mendengarkannya karena pada saat tetua berbicara, aku mencuri waktu untuk mencari kembali berasku. Merogoh lebih dalam lagi..lagi …dan lagi. Dan.
“Alhamdulillaah…” teriakku setengah menangis, kemudian aku menunjukkan berasku yang telah menjadi bongkahan yang lebih kecil daripada sebutir beras itu pada tetua, memohon maaf padanya. Dan menunjukkan bahwa aku masih menjadi orang yang amanah. “terlambat…” tetua menanggapi. Dikatakan seperti itu, hati rasanya sudah seperti cermin  yang pecah berkeping-keping.
Tahun demi tahun berlalu kemudian aku melihat bagian terdalam dari hati, bercermin, kemudian mengatakan pada bayangan diseberang sana, “entah ini adalah sifat sejati. Beras dan karet gelang padamu seakan seperti kutukan bagimu. Selama ini engkau tak pernah bisa lepas dari sang karet, dan sampai kapan engkau berlepas darinya? berlepaslah padanya, berikan pada yang lain, agar engkau bisa mulai menanak sebutir berasmu”




*)rampung 07.44 WIB, Selasa 1 Juli 2014/4 Romadhon 1435H. Terinspirasi dari internalisasi saat Daurah Marhalah 1 KAMMI UPI Januari 2010

Jumat, 20 Juni 2014

TERNYATA....BANYAK “PAHLAWAN” MEMILIKI LATAR BELAKANG YANG SAMA LOH...


TERNYATA....BANYAK “PAHLAWAN” MEMILIKI LATAR BELAKANG YANG SAMA LOH...

Sejenak kita simak beberapa film seputar seorang pahlawan.
       Pertama, kita simak film HARRY POTTER, yang mana dia adalah anak yang ditinggal mati oleh kedua orangtuanya semenjak usia 1 tahun, dirawat oleh satu-satunya sanak saudaranya yakni bibinya dan ia harus berjuang sekuat tenaga mengalahkan musuh yang telah membunuh kedua orang tuanya sekaligus orang yang ingin menguasai dunia dengan sihir gelapnya yakni LORD VOLDEMORT. Perjuangannya memang tidaklah sendiri melainkan dibantu dengan sejumlah teman-temannya yang ikut berjuang sepeerti Hermione Granger dan Ronald Weasley. Namun pada garis besarnya ia sendirilah yang harus menghadapi musuh bebuyutannya itu.

      Film berikutnya, adalah sebuah film kartun yakni Naruto. siapa juga yang ga tahu tokoh ini. bahkan keberadaannya masih kontroversi...ada yang suka dan yang tidak. terlepas dari semua itu, kita kan kembali fokus pada latar belakang hidupnya yang mana lagi-lagi sejak kecil sudah ditinggalkan oleh orangtuanya -bedanya ia dan Harry Potter, naruto ditinggal mati beberapa waktu setelah kelahirannya, bahkan sepertinya belum sempat di aqiqah-in, hehe-. Hidup sendiri dibawah pengawasan diam-diam hokage -sebutan untuk kepala desa- ketiga. Kedua orangtuanya meninggal akibat ingin menyelamatkan hidupnya dari serangan kyuubi makhluk berekor sembilan yang dikendalikan oleh seseorang yang bernama Madara Uchiha (katanya, padahal Obito Uchiha). Setelah tumbuh besar, ia pun harus menghadapi kenyataan bahwa ia adalah orang terpilih yang harus mengalahkan Uchiha Madara dalam keinginannnya untuk membuat sebuah dunia baru dengan kedamaian versinya sendiri. ia kemudian belajar, berusaha mencari kekuatan demi kekuatan untuk menjadi orang yang lebih kuat. Namun perjuangannya itu tidak seluruhnya dilakukan sendiri, beberapa orang seperti Haruno Sakura, Sasuke Uchiha dan  shinobi seluruh ninja dan samurai membantunya serta melindunginya hingga akhirnya ia harus berhadapan dengan Uchiha madara yang telah meninggal namun dibangkitkan lagi oleh seseorang yang ternyata lebih jahat. 

      Film ketiga, lagi-lagi kita akan membahas film kartun, yakni kungfu panda. Yang mana merupakan seekor panda yang ketika bayi telah ditinggal meninggal oleh orangtuanya demi melindungi dirinya sewaktu desanya dihancurkan oleh burung merak yang sangat jahat. Burung merak itu berkeinginan untuk menciptakan dunia baru yang hanya bisa dikuasai oleh dirinya dan menciptakann kedamain versinya sendiri. Dibesarkan oleh seekor burung bangau iapun mendapati jati dirinya adalah seorang kesatria naga yang nantinya akan membawa perubahan besar pada dunia. Begitulah ia ketika di film kungfu panda 2, ia pun bertemu dengan musuh yang telah menghancurkan serta membunuh warga panda termasuk orangtuanya. Perlawanannya tak ia lakukan sendiri, ia dibantu oleh beberapa kawannya serta gurunya. Hngga akhirnya kemenangan berada ditangannya.

     Itulah sebagian cerita "pahlawan" dalam ceritanya, yang saya ambil sebagai bahan referensi, mungkin masih banyak “anak terpilih” lainnya yang ditinggal mati oleh orangtuanya semenjak kecil, kemudian harus menghadapi musuh yang telah membunuh kedua orangtuanya dan dalam perjuangannya itu ia dibantu oleh teman-temannya.
Perlu kita telusuri dari cerita diatas, begitu banyak kemiripan yang ada pada mereka yakni :
1.       Sama-sama ditinggal mati oleh orangtua mereka sejak lahir/kecil
2.       Harus menghadapi musuh yang telah membunuh kedua orangtua mereka
3.       Dalam perlawanannya, ia mendapat bantuan dari orang-orang terdekatnya
4.       Dan ia adalah sang “terpilih”

     Aksi heroik yang dilakukan mereka Tak sedikit membuat anak-anak terinspirasi dari tokoh film-film tersebut. Namun, jika kita cermati, poin pertama diatas juga dialami oleh nabi kita muhammad SAW. Saya tidak bermaksud menyamakan beliau dengan ketiga tokoh diatas tidak, sama sekali tidak. Karena tidaklah seimbang dan takkan pernah ada yang mampu menyeimbangi dengan beliau.

           “Ada sebuah cerita yang terinspirasi dari cerita yang lain”. Saya tidak berniat menuduh cerita yang satu diatas cerita yang lain tidak. Namun bagaimana Nabi Muhammad SAW menjadi orang yang sangat berpengaruh didunia sepanjang masa dan itupun menurut Michael H. Hart seorang ahli astronimi dan sejarah di amerika serikat. Dan ada kemungkinan menjadi inspirasi bagi cerita yang lain.
  
“           Tentang bagaimana peran penting orangtua dalam membentuk karakter pribadi anaknya”.
Saya memang belum berkeluarga, namun saya melihat lingkungan disekitar saya dimana yang satu tumbuh dengan kedua orangtua lengkap, yang satu tumbuh dengan hanya dengan ibu saja, satu tumbuh dengan ayahnya saja, dan yang banyak saya temukan adalah yang mendapat kurangnya perhatian dari orangtua (diasuh oleh sanak-saudarnya yang lain)

      Poin kedua yang patut dicermati adalah harus menghadapi “musuh”. Jika Harry Potter harus berhadapan dengan Lord Voldemort, Naruto dengan Madara Uchiha (yang ternyata adalah Obito), dan Po dengan Lord Shen-nya(dalam kungfu panda 2). Maka Nabi Muhammad SAW harus menghadapi permasalahan umat manusia dari kejahiliyahan mereka menuju cahaya-Nya yakni Islam.
      Di poin ketiga, sudah merupakan hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang tak mampu berdiri sendiri diatas pijakannya melainkan membutuhkan bantuan dari orang lain. Harry Potter dengan Hermoine dan Ron, Naruto dengan gurunya kakashi, sakura, Sasuke, bee dan teman-teman ninjanya yang lain, Po dengan tiger dan kawan-kawannya. Disini pula rasulullaah dibantu oleh siti khadijah, Abu Bakar shidiq, Umar Bin khattab dan Ali bin Abi thalib dan sahabat yang lainnya dalam menegakkan Islam dimuka bumi. Poin terakhir yakni : sang”terpilih” untuk menyelamatkan dunia.
    
     Kalau kita melihat, dan berfikir ulang, bisa jadi semua kisah khayalan diatas terinspirasi dari kisah Rasulullaah SAW. Bukankah pada hakikatnya cerita fiksi di film-film itu terinspirasi dari kehidupan nyata?. Bukankah lebih baik kita, anak-anak kita, saudara-saudara kita lebih mengetahui kisah para Nabi, daripada kisah-kisah kepahlawanan lainnya?.

       Kata terakhir saya: banyak khayalan, banyak kekerasan yang diperlihatkan membuat takut kebanyakan orangtua terhadap dampak karakter anaknya yang menonton. Mari pilah serta pilih film yang baik dan bagus untuk anak-anak kita. Kembali, saya tidak bermaksud melarang, hanya menganjurkan jikalau masih, sebaiknya didampingi oleh orang yang lebih dewasa. Karena tidak menutup kemungkinan akan ada hikmah dari apa yang anak kita tonton.
      

       Saya Fauziyah Kariem Aisyi, mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro UNiversitas Pendidikan Indonesia, seorang aktivis KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INNDONESIA Wilayah Jawa Barat, suka dengan film Harry Potter, Naruto dan Kungfu Panda. Namun lebih suka shirah Nabawiyah dan shirah Shahabiyah. Memiliki adik sebanyak 6 orang yang dirasa cukup mampu memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi karakter anak-anak. Di buat di subang, 2 Oktober 2012 pukul 23.25 WIB di revisi tgl 20 Juni 2014 pukul 17.09