TERNYATA....BANYAK “PAHLAWAN”
MEMILIKI LATAR BELAKANG YANG SAMA LOH...
Sejenak kita simak beberapa film
seputar seorang pahlawan.
Pertama, kita simak film HARRY
POTTER, yang mana dia adalah anak yang ditinggal mati oleh kedua orangtuanya
semenjak usia 1 tahun, dirawat oleh satu-satunya sanak saudaranya yakni bibinya dan ia
harus berjuang sekuat tenaga mengalahkan musuh yang telah membunuh kedua orang
tuanya sekaligus orang yang ingin menguasai dunia dengan sihir gelapnya yakni
LORD VOLDEMORT. Perjuangannya memang tidaklah sendiri melainkan dibantu dengan
sejumlah teman-temannya yang ikut berjuang sepeerti Hermione Granger dan Ronald Weasley. Namun pada garis besarnya ia
sendirilah yang harus menghadapi musuh bebuyutannya itu.
Film berikutnya, adalah sebuah film kartun yakni
Naruto. siapa juga yang ga tahu tokoh ini. bahkan keberadaannya masih kontroversi...ada yang suka dan yang tidak. terlepas dari semua itu, kita kan kembali fokus pada latar belakang hidupnya yang mana lagi-lagi sejak kecil sudah ditinggalkan oleh orangtuanya -bedanya ia dan Harry Potter, naruto ditinggal mati beberapa waktu setelah kelahirannya, bahkan sepertinya belum sempat di aqiqah-in, hehe-. Hidup sendiri dibawah pengawasan diam-diam hokage -sebutan
untuk kepala desa- ketiga. Kedua orangtuanya meninggal akibat ingin
menyelamatkan hidupnya dari serangan kyuubi makhluk berekor sembilan yang
dikendalikan oleh seseorang yang bernama Madara Uchiha (katanya, padahal Obito Uchiha). Setelah tumbuh besar,
ia pun harus menghadapi kenyataan bahwa ia adalah orang terpilih yang harus
mengalahkan Uchiha Madara dalam keinginannnya untuk membuat sebuah dunia baru
dengan kedamaian versinya sendiri. ia kemudian belajar, berusaha mencari
kekuatan demi kekuatan untuk menjadi orang yang lebih kuat. Namun perjuangannya
itu tidak seluruhnya dilakukan sendiri, beberapa orang seperti Haruno Sakura, Sasuke Uchiha dan shinobi seluruh ninja dan samurai membantunya serta melindunginya hingga
akhirnya ia harus berhadapan dengan Uchiha madara yang telah meninggal namun
dibangkitkan lagi oleh seseorang yang ternyata lebih jahat.
Film ketiga, lagi-lagi kita akan
membahas film kartun, yakni kungfu panda. Yang mana merupakan seekor panda yang
ketika bayi telah ditinggal meninggal oleh orangtuanya demi melindungi dirinya
sewaktu desanya dihancurkan oleh burung merak yang sangat jahat. Burung merak
itu berkeinginan untuk menciptakan dunia baru yang hanya bisa dikuasai oleh
dirinya dan menciptakann kedamain versinya sendiri. Dibesarkan oleh seekor
burung bangau iapun mendapati jati dirinya adalah seorang kesatria naga yang
nantinya akan membawa perubahan besar pada dunia. Begitulah ia ketika di film
kungfu panda 2, ia pun bertemu dengan musuh yang telah menghancurkan serta
membunuh warga panda termasuk orangtuanya. Perlawanannya tak ia lakukan
sendiri, ia dibantu oleh beberapa kawannya serta gurunya. Hngga akhirnya
kemenangan berada ditangannya.
Itulah sebagian cerita "pahlawan" dalam ceritanya, yang saya
ambil sebagai bahan referensi, mungkin masih banyak “anak terpilih” lainnya
yang ditinggal mati oleh orangtuanya semenjak kecil, kemudian harus menghadapi
musuh yang telah membunuh kedua orangtuanya dan dalam perjuangannya itu ia
dibantu oleh teman-temannya.
Perlu kita telusuri dari cerita
diatas, begitu banyak kemiripan yang ada pada mereka yakni :
1. Sama-sama
ditinggal mati oleh orangtua mereka sejak lahir/kecil
2. Harus
menghadapi musuh yang telah membunuh kedua orangtua mereka
3. Dalam
perlawanannya, ia mendapat bantuan dari orang-orang terdekatnya
4. Dan
ia adalah sang “terpilih”
Aksi heroik yang dilakukan mereka
Tak sedikit membuat anak-anak terinspirasi dari tokoh film-film tersebut. Namun, jika kita cermati, poin
pertama diatas juga dialami oleh nabi kita muhammad SAW. Saya tidak bermaksud
menyamakan beliau dengan ketiga tokoh diatas tidak, sama sekali tidak. Karena
tidaklah seimbang dan takkan pernah ada yang mampu menyeimbangi dengan beliau.
“Ada
sebuah cerita yang terinspirasi dari cerita yang lain”. Saya tidak berniat
menuduh cerita yang satu diatas cerita yang lain tidak. Namun bagaimana Nabi
Muhammad SAW menjadi orang yang sangat berpengaruh didunia sepanjang masa dan
itupun menurut Michael H. Hart seorang ahli astronimi dan sejarah di amerika
serikat. Dan ada kemungkinan menjadi inspirasi bagi cerita yang lain.
“ Tentang
bagaimana peran penting orangtua dalam membentuk karakter pribadi anaknya”.
Saya memang belum
berkeluarga, namun saya melihat lingkungan disekitar saya dimana yang satu
tumbuh dengan kedua orangtua lengkap, yang satu tumbuh dengan hanya dengan ibu
saja, satu tumbuh dengan ayahnya saja, dan yang banyak saya temukan adalah yang
mendapat kurangnya perhatian dari orangtua (diasuh oleh sanak-saudarnya yang
lain)
Poin kedua yang patut
dicermati adalah harus menghadapi “musuh”. Jika Harry Potter harus berhadapan
dengan Lord Voldemort, Naruto dengan Madara Uchiha (yang ternyata adalah
Obito), dan Po dengan Lord Shen-nya(dalam kungfu panda 2). Maka Nabi Muhammad
SAW harus menghadapi permasalahan umat manusia dari kejahiliyahan mereka menuju
cahaya-Nya yakni Islam.
Di poin ketiga, sudah merupakan hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang tak mampu berdiri sendiri diatas pijakannya melainkan membutuhkan bantuan dari orang lain. Harry Potter dengan Hermoine dan Ron, Naruto dengan gurunya kakashi, sakura, Sasuke, bee dan teman-teman ninjanya yang lain, Po dengan tiger dan kawan-kawannya. Disini pula rasulullaah dibantu oleh siti khadijah, Abu Bakar shidiq, Umar Bin khattab dan Ali bin Abi thalib dan sahabat yang lainnya dalam menegakkan Islam dimuka bumi. Poin terakhir yakni : sang”terpilih” untuk menyelamatkan dunia.
Di poin ketiga, sudah merupakan hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang tak mampu berdiri sendiri diatas pijakannya melainkan membutuhkan bantuan dari orang lain. Harry Potter dengan Hermoine dan Ron, Naruto dengan gurunya kakashi, sakura, Sasuke, bee dan teman-teman ninjanya yang lain, Po dengan tiger dan kawan-kawannya. Disini pula rasulullaah dibantu oleh siti khadijah, Abu Bakar shidiq, Umar Bin khattab dan Ali bin Abi thalib dan sahabat yang lainnya dalam menegakkan Islam dimuka bumi. Poin terakhir yakni : sang”terpilih” untuk menyelamatkan dunia.
Kalau kita melihat, dan berfikir ulang, bisa jadi semua kisah khayalan diatas terinspirasi dari kisah Rasulullaah SAW. Bukankah pada hakikatnya cerita fiksi di film-film itu terinspirasi dari kehidupan nyata?. Bukankah lebih baik kita, anak-anak kita, saudara-saudara kita lebih mengetahui kisah para Nabi, daripada kisah-kisah kepahlawanan lainnya?.
Kata terakhir saya: banyak khayalan, banyak kekerasan yang diperlihatkan membuat takut kebanyakan orangtua terhadap dampak karakter anaknya yang menonton. Mari pilah serta pilih film yang baik dan bagus untuk anak-anak kita. Kembali, saya tidak bermaksud melarang, hanya menganjurkan jikalau masih, sebaiknya didampingi oleh orang yang lebih dewasa. Karena tidak menutup kemungkinan akan ada hikmah dari apa yang anak kita tonton.
Kata terakhir saya: banyak khayalan, banyak kekerasan yang diperlihatkan membuat takut kebanyakan orangtua terhadap dampak karakter anaknya yang menonton. Mari pilah serta pilih film yang baik dan bagus untuk anak-anak kita. Kembali, saya tidak bermaksud melarang, hanya menganjurkan jikalau masih, sebaiknya didampingi oleh orang yang lebih dewasa. Karena tidak menutup kemungkinan akan ada hikmah dari apa yang anak kita tonton.
Saya Fauziyah Kariem Aisyi,
mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro UNiversitas Pendidikan Indonesia, seorang aktivis KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INNDONESIA Wilayah Jawa Barat, suka
dengan film Harry Potter, Naruto dan Kungfu Panda. Namun lebih suka shirah Nabawiyah dan shirah Shahabiyah. Memiliki adik sebanyak 6 orang yang dirasa
cukup mampu memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi karakter
anak-anak. Di buat di subang, 2 Oktober 2012 pukul 23.25 WIB di revisi tgl 20 Juni 2014 pukul 17.09






0 komentar:
Posting Komentar