This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 27 Juli 2012

nasihat kakak kepada adiknya


biar kucatatkan untukmu..

adikku, hidup ini penuh dengan godaan
jika dirimu tak kuat iman, maka kau kan terpedaya padanya
maka pilah dan pilihlah yang terbaik untukmu
cobalah minta nasehat kepada orang-orang yang berilmu lagi sholeh
jangan menjauhi mereka
karena bisa jadi melalui merekalah kau kan dapat hidayah dari-Nya

adikku, hidup ini adalah masa yang fana
jangan terbuai dengan kesenangannya yang sesaat
kesenangan yang akan menjeratmu kedalam kesedihan abadi
carilah kesenangan yang hakiki
kesenangan yang hanya kan engkau dapat dengan mendekati-Nya bukan mendekatinya

adikku, dunia ini memang manis
tapi tak semanis keabadian disana
jangan engkau korbankan demi nafsumu yang sesaat
bertahanlah...
karena akan indah pada waktunya...
karena Allah tak kan ingkar dengan janji-Nya

oleh : Fauziyah KAriem Aisyi
(ditulis pada 21 Maret 2012 pukul 12:12 )

Rabb engkau tak pernah lelah ingatkan aku

oleh : Fauziyah Kariem Aisyi
(ditulis pada 15 Maret 2012 pukul 0:24 )

rabb, engkau mahatahu apa-apa yang telah ku perbuat, apa-apa yang kuniatkan
dan apa-apa yang tersembunyi dihatiku

tapi engkau tak pernah lupa mengingatkanku dengan banyak cara-Mu
kau perlihatkanku melalui orang lain
melalui fenomena alam..
hingga yang harus kualami langsungpun sudah engkau timpakan

maafkan hamba yang telah khilaf,
tak mampu melihat tanda-tanda-Mu yang penuh keberkahan serta keridhoan

maafkan hamba yang telah lalai meski hamba tahu bahwa itu engkau larang
maafkan hamba ya rabb
iqra-ku belumlah sempurna
niatku belum lurus
sehingga hidayah-Mu tarik-ulur padaku

tapi engkau tak pernah lelah ingatkanku
kini ku tak kan lalai lagi
kini ku sempurnakan niatku
kini ku hanya melihat-Mu

tapi satu pintaku ya rabb
ingatkan juga saudara-saudaraku yang lain

BELAJAR MENULIS


oleh : Fauziyah Kariem Aisyi
(ditulis pada 21 November 2011 pukul 11:48)

kertas sudah siap dihadapan,
pena sudah dalam genggaman
gelora tinta menggebu-gebu siap meresapkan diri pada kertas,
tapi ujung-ujung jari tak mau bergerak,
diam terpaku

detak detik terus berlalu
mata memejam mengingat sesuatu
tapi pena tetap diam terpaku

hari ini kucoba memaksakan diri tuk menulis, tapi tak tahu apa yang kan ditulis
tak ada ide tuk menulis, tak ada bahasan untuk ditulis
putus asa dan hilang akal
akhirnya ini ada karena tak ada yang bisa aku tulis hari ini

tertuntut menjadi orang pandai menulis, tapi tak tahu apa yang kan ditulis

JALAN HIDUP


oleh : Fauziyah Kariem Aisyi
(ditulis pada 21 November 2011 pukul 11:21)

lika-liku perjalanan ini tak seorang pun kan tahu,
apakah itu kan mulus nan lurus bagai jalan tol?
ataukah berlika-liku bagai jalan di pegunungan?

lika-liku perjalanan ini tak seorang pun yang tahu,
apakah ini bagai menuruni bukit?
ataukah bagai mendaki bukit?

lika-liku perjalanan hidup ini tak seorang pun kan tahu,
apakah kawan selamanya kawan?
ataukah musuh selamanya musuh?

lika-liku perjalanan hidup ini tak seorang pun kan tahu,
karena cinta bisa jadi benci
atau benci menjadi cinta

lika-liku perjalanan hidup ini tak seorang pun kan tahu,
kapan kan lahir
atau kapan kan meninggal

lika-liku perjalanan hidup ini tak seorang pun kan tahu,
esok akankah cemerlang ataukah suram

jika hari ini adalah efek domino dari hari kemarin,
maka STOP!!! BERHENTI!!!

BERHENTI berbuat sia-sia!
BERHENTI bermaksiat!

karena tak ada yang tahu lika-liku kehidupan kita selain dari-Nya

FOR THE BEST FUTURE!!!

BELAJAR KEHIDUPAN PART3


Oleh : Fauziyah Kariem Aisyi
(ditulis pada 5 Juli 2011 pukul 21:07)

suatu ketika,
ketika memasuki suatu organisasi,  ada yang berkata tentang organ yang baru dimasukinya "ah..ini mah gini...ah, itu mah gitu..". si pelaku lantas meninggalkan dan tak merapikan benang kusut itu. membuat paradigma kader baru buruk terhadap citra ini dan itu
untungnya kader baru termasuk orang yang tak  mau cepet tanggap. kalau makan mentah-mentah perkataan itu bagaimana?habislah sudah

berjalan memasuki tahap berjalan dengan kaki sendiri alias menjadi pengurus...memahami ternyata benar ini dan itu sangat kurang, tapi meninggalkan tanpa memiliki solusi adalah kesalahan fatal apalagi ditambah disebar dengan celoteh ke semua arah.akan berubah seperti tak layak huni sepertinya -bobrok sudah-
maka bangunlah!!!tahan dengan pundaknya!!!minta pertolongan Allah untuk tetap dikuatkan pundak itu, hingga akhir batas waktu

untuk saudaraku, kita tak pernah tahu baik buruknya suatu keadaan hingga kita benar-benar terlibat didalamnya serta memahaminya
entah menemukan baik ataupun buruk janganlah engkau meninggalkannya apalagi disertai anggapan "masih ada orang lain yang mengerjakannya"
andaikata setiap orang berparadigma seperti itu,apa jadinya organisasi yang kita ini?
tak peduli seberapa sering engkau sakit hati
tak peduli seberapa banyak pengorbananmu
tak peduli apa tanggapan oranglain

yakinlah!!!
rabalah jika memang engkau tak bisa melihat!!!
tetap dinginkan kepala!!!


wallahu'alam
semoga bermanfaat
 ·  · 

BELAJAR DARI KEHIDUPAN PART 1


oleh : Fauziyah Kariem Aisyi
(ditulis pada 10 September 2010 pukul 4:51)

ketika malas mendera, tapi amanah meminta haknya untuk dikerjakan

sering terasa ketika malas mendera, tapi ada amanah yang harus diselesaikan, maka yang keinginan yang pertama kali terbersit adalah membiarkannya sehingga dikerjakan oleh orang lain

maka terselesaikanlah amanah tersebut oleh orang lain...
hati merasa tenang karena pekerjaan sudah terselesaikan  oleh orang lain...
tapi satu hal yang terasa yang mengganjal...

ada satu hal yang pasti tercabik-cabik :
>>  izzah (mungkin "feel"-nya lebih tepat dikatakan daripada kehormatan), karena pasti yang memberi amanah tidak akan atau kurang percaya terhadap kita. karena anggapannya kita tidak akan mampu melaksanakan hal yang lainnya

bagi orang yang ingin dipercayai tapi dia tidak mau bekerja keras, ya selamat untuk selalu merasa tercabik-cabik "izzah"-nya

mungkin sebagian contoh kecil, sederhana nan mudah dicerna yaitu:
ketika orang tua katakanlah ibu (baca : orang yang memberi amanah), menyuruh kita mencuci piring (misalkan>>baca : amanah).
Tapi karena kita merasa malas sampai berulang kali dipanggil kita tak menyahut (baca: menanggapi..untuk menghindari dari perintah tersebut) sampai sekian lamanya

maka ibu kita langsung menyuruh saudara kita yang lain untuk melaksanakan tugas kita
ya pastii kita telah terbebas dari "perintah tersebut".lega rasanya, tak ada lagi beban moril yang harus ditanggung (beban takut dimarahi>> tapi keinginan menolak "perintah" itu terlalu kuat maka kita lebih menurut pada keinginan itu dengan kesanggupan menerima resiko apapun )

akhirnya beberapa waktu telah berlalu, alhasil ketika ibu kita membutuhkan bantuan selalu saja meminta pada saudara kita itu,
sebagai saudaranya pastilah kita tidak bisa tinggal diam saja!!!!
masa yang membantu ibu kita hanya saudara kita itu?
pastilah ada rasa "merasa tak berguna" dalam diri kita, dan kita pasti tak mau rasa itu menggerogoti pikiran dan perasaan kita
tapi kesempatan untuk membantu tak kunjung datang, rasa "merasa tak berguna" itu mencabik-cabik lebih dalam lagi


hikmah yang dapat di ambil dari peristiwa di atas adalah :
ketika  di beri amanah maka laksanakan, kita sudah dewasa tak perlu lagi menunggu perintah, kita harus "hideng"  sendiri terhadap apa-apa yang ada di sektar kita

jika itu tidak baik, maka segeralah memperbaikinya, tak usah menunggu nanti dan nanti, tak usah menunggu orang lain mengerjakannya. cukup yakinkan sendiri kita mampu melaksanannya sendiri

mungkin peristiwa diatas bukan terjadi antar kita dan ibu kita saja, tapi mungkin pernah terjadi diantara kita dengan kawan kita,rekan kerja kita
maka hati-hatilah kawan, ayo berlomba-lombalah dalam kebaikan...
ikhlas-kan diri...
pahala kita takkan tertukar dengan orang lain
ALLAH MAHATELITI, dengan apa yang ada dihati sekalipun
ALLAH MAHA MENGETAHUI


artikel ini bukan hanya untuk saya saja, tapi untuk kita semua. semoga dapat diambil hikmahnya
bukan hanya diambil, tapi juga melakukan perubahan agar lebih baik
mohon maaf apabila ada kesalahan kata maupun kesamaan cerita apalagi ga ngerti isinya (hehehe)
semoga bermanfaat>>>aamiin

HATIMU MILIK SIAPA?


By : Fauziyah Kariem Aisyi *)
(di tulis pada 24 Maret 2012 pukul 13:53)

Hanya sebuah cerita tentang pencarian sebuah kepemilikan hati yang dialami seorang manusia.
Merupakan sebuah fitrah yang dimiliki oleh seorang manusia ketika ia mulai mengenal lawan jenis, lalu menyukainya.
Tertarik dengan apa yang belum ada pada dirinya dan menemukan sesuatu hal yang baru, mengaguminya.
Merasa dilindungi, tentram bersamanya, nyaman dan selalu ingin bersandar padanya.
Selalu merasa ingin melindunginya, selalu ingin membuatnya nyaman.
Lalu?
Ketika yang dikagumi, yang dicintai, disayangi berpihak pada yang hati lain, mulailah rasa cemburu itu muncul tak menginginkan hal itu.
Karena fitrah seorang manusia yang tak menyukai hal yang disukainya direbut oleh orang lain.
Maka yang patut ditanyakan adalah, benarkah hati kita berikan kepada siapa?
Semua hal itu, semua sangatlah fana
Ketika kita memberikan hati kita kepada yang bukan haknya, maka akan banyak kekecewaan yang didapat.
Namun jika hati kita berikan pada yang haknya, maka ketentraman dan kebahagiaan yang hakiki kan datang dengan sendirinya.
Cinta kita kan kita berikan kepada siapa?
Hati kita kan kita berikan kepada siapa?
Siapa yang tepat untuk kita berikan hati kita?
Ya tentu saja jawabannya satu, sang Khaliq
Dengan memberikan hati kita kepada-Nya, kita kan mendapat hati yang tak pernah kita sangka.
Dengan mencintai-Nya, kita kan mendapat cinta yang takkan pernah kita sangka.
Karena Dia-lah sang pemilik hati, segala hati.
Kapan saja dan hati milik siapa saja kan Ia berikan untuk kita jika kita benar-benar mencintai-Nya dengan sungguh-sungguh dengan niat yang lurus serta ikhlas.
Karena unuk apa jika kiita mengejar hal yang fatamorgana jika kita bisa mengejar yang hakiki?
Sebuah renungan...
Memang menjadi sebuah ikhtiar memberikan hati kita padanya, namun akankah kita tetap begitu?
Tanpa menyadari bahwa Dia-lah yang MahaKuasa atas segala sesuatunya termasuk membolak-balikkan hati.
Karena bisa saja suatu hari hati yang kita berikan ternyata dikembalikan pada kita,
Tentunya pasti kecewa. Karena sudah susah payah kita membangunnya
Ingatlah suatu saat itu bisa hilang lenyap.
Engkau tak percaya?
Maka jawabannya : kun fayakun..
Menjalani sebuah hal yang tidak halal, karena itu mendekati zina.
Karena kita kan terus memikiran dia padahal ada yang lebih berhak untuk difikirkan.
Dia kan cemburu padamu.
Karena engkau lebih banyak ingat padanya daripada-Nya.
Tahu kah engkau akan hal itu?
Bukakanlah hatimu untuk hal ini,
Mulailah sedikit demi sedikit buka hatimu untuk-Nya.
Percayalah, akan indah pada waktunya.
Karena janjinya pasti nyata.
Tak mungkin sang khaliq mengingkari janjinya.
Percayalah...maka ayo kembalilah pada-Nya.
Dan jangan berpaling kembali kejalan itu.
Tulisan ini kubuat karena aku mencintaimu karena Allah.
Saudariku...ana uhibbukifillaah


*) seorang aktifis dakwah, mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro angkatan 2008, pernah menjabat sebagai ketua SubBid Kerohanian HME FPTK UPI 2010. Ketua Departemen Kajian dan Strategi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesi  UPI 2011, Staff Badan Khusus Muslimah KAMMI Daerah Bandung 2011-2012, Tim Kaderisasi KAMMI Subang 2012
Dibuat pada tanggal 5 Maret 2012 swelesai pukul 14.54 di selasar belakang masjid Darul ulum SMK 6 Bandung duduk bersama Marfuah dan Fitri.di revisi 15 Maret 2012 pukul 16.28 di kosan baru Soekarno-Hatta

Kamis, 26 Juli 2012

MENGOPTIMALKAN FITRAH MANUSIA


MENGOPTIMALKAN FITRAH MANUSIA
Disampaikan pada tanggal 03 april 2010
Oleh Fauziyah Kariem A.
1.      Hakikat penciptaan manusia
a.      QS AL HIJR 28
Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”
b.      lihat hadis Muslim yang artinya, ”Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah; kedua orangtuanyalah yang menjadikannya penganuat agama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
c.       Fitrah manusia adalah tunduk dan patuh kepada Allah Swt sesuai dengan QS Ar-Rum :30
2.      Kedudukan manusia dalam pandangan islam haruslah yang :
a.      Jasmani yang sehat serta kuat dan berketerampilan, karena berhubungan dengan pembelaan terhadap islam. Oleh karena itu rasulullah menyuruh kita agar pendai dalam olahraga khususnya dibidang renang, memanah, dan berkuda
b.      Cerdas dan pandai
“……Katakanlah, samakah antara orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”.(Az-Zumar:9)
c.       Rohani yang Berkualitas Tinggi
·         Ia salat khusyuk (al-Mu'minun: l-2)
·         bila mengingat Allah, kulit dan hatinya tenang (al-Zumar:23)
·         bila disebut nama Allah, bergetar hatinya (al-Hajj: 35)
·          bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, mereka sujud dan menangis (Maryam:58, al-Isra':109).
3.      Hal-hal yang membedakan manusia dengan makhluk Allah SWT lainnya:
a.      Akal
Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (QS. Ar-Ra’ad [13]:11)
Al-‘alaq ayat 1
Al-Baqarah 30-36, dari ayat tersebut maka manusia wajib belajar, mengamalkan ilmu serta mengembangkan ilmu, merawat serta memelihara alam dimana dia berada.
4.      Peran dan fungsi manusia yang menjadi fitrah manusia
a.      Abdi Allah yang senantiasa beribadat kepada Allah, sesuai sesuai dengan QS Ad-Dzariyat 56 “Aku tidak menciptakan jin danm manusia melainkan agar mereka menyembah kepada-Ku
Dan Alah SWT mengambil kesaksian mereka atas keesaan Allah SWT, sepertiyang tercantum dalam  QS Al A’raf : 172  “Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu,mengeluarkan dari sulbi (0tulang belakang) anak cucu Adam keturunan  dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman): ”Bukankah Aku ini Tuhanmu?”. Mereka menjawab:”Betul (Engkau  Tuhan Kami), kami  saksi”.(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan:”Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini(keesaan Tuhan)
Fitrah manusia juga dilengkapi dengan kecendrungan fujur dan taqwa (91:8).
b.      Khalifah
Allah Ta'ala berfirman, ''Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumI….'' (Fathir: 39).
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. “(QS al-HUjurat-13)
5.      Kesimpulan
Jadi, sebagai manusia itu, kita haruslah senantiasa beribadat kepada-Nya, selalu bertafakur mengenai segala ciptaan baik itu fenomena alam maupun ilmu pengetahuan yang sedang berkembang (minimal dilingkungan sekitarnya). Selain itu kita sebagai manusia jangan berpaling dari tugas kita sebagai khalifah yang dalam pengertian ini bukan merupakan sebagai pemimpin raja atau sebagainya tapi lebih cenderung kepada pengoptimalan penggunaan alam raya ini dengan penuh bertanggungjawaban bukan hanya memetik tapi juga mengurusi dan merawat. Tidak berbuat dzalim dsb.