By : Fauziyah Kariem Aisyi *)
(di tulis pada 24 Maret 2012 pukul 13:53)
Hanya sebuah cerita tentang pencarian sebuah kepemilikan hati yang dialami seorang manusia.
Merupakan sebuah fitrah yang dimiliki oleh seorang manusia ketika ia mulai mengenal lawan jenis, lalu menyukainya.
Tertarik dengan apa yang belum ada pada dirinya dan menemukan sesuatu hal yang baru, mengaguminya.
Merasa dilindungi, tentram bersamanya, nyaman dan selalu ingin bersandar padanya.
Selalu merasa ingin melindunginya, selalu ingin membuatnya nyaman.
Lalu?
Ketika yang dikagumi, yang dicintai, disayangi berpihak pada yang hati lain, mulailah rasa cemburu itu muncul tak menginginkan hal itu.
Karena fitrah seorang manusia yang tak menyukai hal yang disukainya direbut oleh orang lain.
Maka yang patut ditanyakan adalah, benarkah hati kita berikan kepada siapa?
Semua hal itu, semua sangatlah fana
Ketika kita memberikan hati kita kepada yang bukan haknya, maka akan banyak kekecewaan yang didapat.
Namun jika hati kita berikan pada yang haknya, maka ketentraman dan kebahagiaan yang hakiki kan datang dengan sendirinya.
Cinta kita kan kita berikan kepada siapa?
Hati kita kan kita berikan kepada siapa?
Siapa yang tepat untuk kita berikan hati kita?
Ya tentu saja jawabannya satu, sang Khaliq
Dengan memberikan hati kita kepada-Nya, kita kan mendapat hati yang tak pernah kita sangka.
Dengan mencintai-Nya, kita kan mendapat cinta yang takkan pernah kita sangka.
Karena Dia-lah sang pemilik hati, segala hati.
Kapan saja dan hati milik siapa saja kan Ia berikan untuk kita jika kita benar-benar mencintai-Nya dengan sungguh-sungguh dengan niat yang lurus serta ikhlas.
Karena unuk apa jika kiita mengejar hal yang fatamorgana jika kita bisa mengejar yang hakiki?
Sebuah renungan...
Memang menjadi sebuah ikhtiar memberikan hati kita padanya, namun akankah kita tetap begitu?
Tanpa menyadari bahwa Dia-lah yang MahaKuasa atas segala sesuatunya termasuk membolak-balikkan hati.
Karena bisa saja suatu hari hati yang kita berikan ternyata dikembalikan pada kita,
Tentunya pasti kecewa. Karena sudah susah payah kita membangunnya
Ingatlah suatu saat itu bisa hilang lenyap.
Engkau tak percaya?
Maka jawabannya : kun fayakun..
Menjalani sebuah hal yang tidak halal, karena itu mendekati zina.
Karena kita kan terus memikiran dia padahal ada yang lebih berhak untuk difikirkan.
Dia kan cemburu padamu.
Karena engkau lebih banyak ingat padanya daripada-Nya.
Tahu kah engkau akan hal itu?
Bukakanlah hatimu untuk hal ini,
Mulailah sedikit demi sedikit buka hatimu untuk-Nya.
Percayalah, akan indah pada waktunya.
Karena janjinya pasti nyata.
Tak mungkin sang khaliq mengingkari janjinya.
Percayalah...maka ayo kembalilah pada-Nya.
Dan jangan berpaling kembali kejalan itu.
Tulisan ini kubuat karena aku mencintaimu karena Allah.
Saudariku...ana uhibbukifillaah
*) seorang aktifis dakwah, mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro angkatan 2008, pernah menjabat sebagai ketua SubBid Kerohanian HME FPTK UPI 2010. Ketua Departemen Kajian dan Strategi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesi UPI 2011, Staff Badan Khusus Muslimah KAMMI Daerah Bandung 2011-2012, Tim Kaderisasi KAMMI Subang 2012
Dibuat pada tanggal 5 Maret 2012 swelesai pukul 14.54 di selasar belakang masjid Darul ulum SMK 6 Bandung duduk bersama Marfuah dan Fitri.di revisi 15 Maret 2012 pukul 16.28 di kosan baru Soekarno-Hatta






0 komentar:
Posting Komentar